Selasa, 26 Maret 2019

Earth Hour

Sekarang tanggal 27 Maret 2019, artinya 3 hari lagi menuju tanggal dimana akan dilakukan kegiatan Earth Hour, yaitu bertepatan pada tanggal 30 Maret 2019. Berbagai negara sudah ramai membicarakannya, bahkan beberapa website international peduli lingkungan mencantumkan jam mundur menuju tibanya waktu Earth Hour. Sebenarnya apa sih Earth Hour itu?

Jadi, Earth Hour itu adalah sejenis kegiatan kampanye penghematan energi dengan cara mematikan listrik selama 1 jam. Kegiatan ini digagas oleh organisasi WWF, dimulai 2007 di kota Sydney, Australia. Hasilnya mendapat respon baik dari berbagai negara dunia, sehingga berlanjut sampai sekarang. Tujuan dari Earth Hour ini adalah sebagai aksi kontribusi nyata melawan fenomena global warming, sekaligus bukti kepedulian kita terhadap planet bumi ini.

Lalu, seberapa penting sih aksi ini? jawabannya penting banget.. Coba deh rasakan cuaca sekarang-sekarang ini yang cenderung relatif panas banget dibanding sebelum-sebelumnya. Cuaca panas ini antara lain disebabkan lapisan ozon yang menipis akibat banyaknya emisi co2 yang terbuang ke atmosfer. Salah satu sumber CO2 ini adalah penggunaan energi listrik yang semakin meningkat. Dampak lainnya ialah cuaca tak menentu, paginya panas banget, sore harinya mendung dan hujan deras. Kondisi semacam ini jika tidak segera ditanggulangi akan semakin parah kedepannya. Kasihan anak cucu kita di generasi selanjutnya. Ingat, Bumi ini bukan lah warisan nenek moyang kita, akan tetapi pinjaman dari anak cucu kita.

Kemudian yang jadi pertanyaan, selama satu jam itu semua listrik mati semua? Bagaimana dengan lampu-lampu jalan? rumah sakit?

Nah berkaitan dengan hal teknis, selanjutnya saya coba sedikit sharing dari apa yang sudah saya dapatkan dari hasil rapat. Jadi pada hari Senin, 25 Maret 2019 kemaren saya ikut rapat menindaklanjuti undangan dari Dinas Perindustrian Energi (DPE) Jakarta untuk membahas Kegiatan Earth Hour ini. Tempat nya di Gedung DPE Lantai 2, daerah Jatibaru, Jakarta Pusat. Pada rapat ini dihadiri Pejabat-pejabat DPE, Sudin, serta beberapa penyedia lampu jalan seperti Philips, Panasonic, Hori, dll. Dari Delta yang hadir saya beserta dua teman saya. Earth hour ini ternyata bukan berarti pemadaman total semua listrik, tetapi masih ada beberapa pengecualian. Untuk Jakarta sendiri, Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang ada di jalan protokol yaitu 120 watt dan 200 watt itu akan dipadamkan total kecuali beberapa titik seperti terowongan, fly over, area proyek, dan yang menarik adalah tempat debat capres dan sekitarnya. Rencananya debat akan dilakukan di hotel Shangri la, maka jalan de sekitar hotel ini tidak dilakukan pemadaman. Begitupun tempat nobar debat, juga daerah Sudirman Thamrin. Sementara lampu yang berada di jalan MHT dan lingkungan yaitu 40 dan 90 watt tidak akan dimatikan total, melainkan hanya diredupkan saja (dimming). Berdasarkan rapat kemarin, Nilai dimming yang dikenakan sebesar 50%. Setiap penyedia lampu harus bekerja sama dengan Suku dinas masing-masing daerah untuk mendata berapa jumlah lampu yang akan dimatikan perkecamatan, per nama jalan, dan mendata juga dimana saja lokasi yang tidak boleh dimatikan seperti yang telah disebutkan di atas. Oh ya, pemadaman akan dimulai pukul 20.30 – 21.30 WIB.

Waktu rapat kurang lebih selama 1 jam. Sebelum pulang, para peserta diberikan makan, dan juga mendapat kaos bertuliskan Earth Hour. mantap..

Rapat selesai pas adzan ashar, lalu kami menuju masjid di depan gedung DPE. Enak juga masjidnya, bersih dan nyaman. Jamaahnya pun penuh didominasi oleh yang berseragam cokelat khas PNS. Bagi saya pribadi, Rasanya beruntung ya punya lingkungan kerja yang mendukung kegiatan ibadah bisa shalat berjamaah terus di masjid, tepat waktu, dan setelah shalat ada ceramahnya. Ehh, sebentar dulu. Iya sih bagian situnya beruntung, tapi kerjaannya?? Gak seindah yang dibayangkan.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo, kembali lagi di blog saya setiah sekian lama. Jadi inget si ibu legend yang diwawancara salah satu stasiun tv, 'masih hidup lu, ka...