Selasa, 15 Oktober 2019

Panduan Singkat Umroh

  1. Mempersiapkan diri dengan mandi sebagai mana mandi Junub, lalu memakai wangi-wangian.
  2. Memakai pakaian Ihram :Laki-laki memakai 2 lembar pakaian ihram berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak, Perempuan memakai pakaian yang menutup aurat yang telah disyariatkan, tidak dibenarkan memakai cadar, niqab, juga sarung tangan
  3. Berihram dari Miqat dengan mengucapkan “Labbayka ‘Umroh”:”aku memenuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umroh”
  4. Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umroh karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapakan kalimat diaatas, dengan mengucapkan kalimat : “ allahumma mahilluy haitsu habastaniy, “ya allah, tempat tahallul dimana saja engkau menahan ku” dengan mencgucapkan persyaratan ini, jika seseorang terhalang dengan manasiknya, maka diperbolehkan bertahallul dan tidak wajib membayar dam yaitu menyembelih seekor kambing
  5. Tidak ada alat khusus untuk ber ihram, namun jika  bertepatan dengan shalat wajib, maka shalatlah lalu lanjutan ihrom setelah shalat
  6. Setelah mengucapkan talbiyah umroh, memperbanyak talbiyah “labbaikallahumma labbaik....laka wal mulk laa syariikalak” sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perembpuan hingga tiba di makkah
  7. Jika memungkinkan, seseorang dianjukran mandi dulu sebelum memasuki kota makkah
  8. Masuk masjidil haram dengan mendahulukan kaki kanan, dan membcaca doa masuk masjid “Allohummaftahlii abwaaba...
  9. Menuju ke hajar aswad lalu menghadapnya sambil membaca “allahu akbar, bismillah..” lalu mengusapnya dan menciumnya.  jika tidak memungkinkan, bisa dengan mencium tangan yang mengusap hajar aswad. Atau memberi isyarat tangan. Ini dilakukan di setiap putaran tawaf
  10. Tawaf umroh 7 putaran. Dimulai dari hajar aswad dan berakhir di hajar aswad pula. Disunahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran sisanya
  11.  Disunahakan mengusap ruqut yamani pada setiap putaran towaf, namun tidak disunahkan mencium rukun yamani
  12. Ketika berada diantara rukut yamani dan hajar aswad disunahkan membaca doa “ Robbana atina fiduunaya hasanah... waqina adzabannar”
  13. Ketika towaf boleh juga membaca qur’an atau doa/dzikir yang ia sukai
  14. Setelah beres towaf menutup kedua pundaknya lalu menuju maqam ibrahim sambil membaca “wattakhidu min maqaami ibroohiima mushollaa”
  15. Sholat sunat towaf 2 roka’at di belakang maqam ibrohim
  16. Rokaat pertama baca surat alkaafiruun
  17. Rokaat kedua membaca surat  al ikhlash
  18. Setelah sholat sunah disunahkan minum air zam-zam dan menyirami kepala dengannya
  19. Kembali ke hajar aswad, bertakbir lalu mengusap dan menciumnya jika itu memungkinkan, atau memberi isyarat tangan
  20. Menuju ke bukit shofa untuk melaksanakan sa’i umroh dan jika telah mendekati bukit shofa membaca “innashofa wal marwata min sya’a irillah...
  21. Menaiki bukit shofa lalu menghadap kabah hingga melihatnya (jika memungkinkan), lalu membaca “Allahu akbar 3x, laailaaha illallah...qadiir”
  22. Bacaan itu diulang 3x, dan berdoa diantara pengulangan doa itu dengan doa apa sjaa yang dikehendaki
  23. Turun dari shofa lalu berjalan menuju marwa
  24. Disunahkan berlari-lari kecil dan cepat dan sungguh2 diantara dua tanda lampu hijau yang berada di mas’a atau tempat sa’i bagi laki2 lalu berjalan menuju marwa dan menaikinya
  25. Tiba di marwa Lalu mengerjakan sebagaimana apa2 yang dikejrakan di shofa yaitu menghadap qiblat, bertakbir, membaca dzikir pada no 19. Dan berdoa yang dikehendaki. Perjalanan dari shofa ke marwa dihitung satu putaran
  26. Kemudian turunlah lalu menuju ke shofa, berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki2 di tempat yang ditentukan untuk berlari. Lalu naik ke shofa dan lakukan seperti semula. Dengan demikian terhitung 2 putaran. Lakukanlah hal ini sampai 7x dengan berakhir di Marwa
  27. Ketika Sa’i tidak ada dzikir2 tertentu, maka diperbolehkan dzikir atau doa sesuai dengan yang dikehendaki
  28. Membaca Do’a : Allahummaghfir warham wa antal a’azzul akroom
  29. Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekan seluruh rambut kepala, atau mencukur gundul dan yang mencukur gunul itu lebih utama. Adapun bagi wanita cukup memotong rambutnya sepanjang 1 ruas jari
  30. Setelah memotong atau mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umroh dan anda telah dibolehkan melakukan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.
Sumber Yufid TV 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halo, kembali lagi di blog saya setiah sekian lama. Jadi inget si ibu legend yang diwawancara salah satu stasiun tv, 'masih hidup lu, ka...